Petani temukan kerangka di kebun tebu di lahan milik PG Madukismo, Yogyakarta. Seorang petani bernama Ngatemi (62) menemukan kerangka manusia saat memupuk tanaman tebu.
“Saya melihat tulang-tulang berserakan dan tengkorak manusia,” ujar Ngatemi saat memberikan keterangan kepada petugas.
Penemuan ini langsung dilaporkan ke mandor kebun, Widodo, sebelum akhirnya diteruskan ke Polsek Bambanglipuro.
Petani Temukan Kerangka di Kebun Tebu dan Kondisi Kerangka Menimbulkan Kecurigaan
Tim Inafis Polres Bantul, dokter Puskesmas Bambanglipuro, dan PMI Bantul segera diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pemeriksaan awal oleh dr. Dinda Riki Martiyani Dewi menunjukkan bahwa kerangka tersebut telah berada di lokasi selama dua hingga tiga bulan.
Berdasarkan struktur panggul dan ukuran kaki, korban diduga seorang perempuan berusia di bawah 25 tahun. Pakaian yang ditemukan pada kerangka, yaitu kemeja hijau lumut dan kaos abu-abu, semakin memperkuat dugaan tersebut.
“Dari bentuk kerangka panggul dan kaki yang kecil, serta pakaian berupa kemeja hijau lumut dan kaos abu-abu, korban diduga perempuan berusia di bawah 25 tahun,” jelas Dinda
Namun, posisi pakaian korban dianggap tidak wajar. Baju ditemukan berada di atas tubuh, sedangkan celana berada di bawah panggul. Selain itu, bagian tubuh korban ditemukan dalam kondisi terpisah:
- Tulang tangan kiri terletak sekitar 3 meter dari kerangka utama.
- Kaki kiri ditemukan 1,5 meter dari tubuh utama.
Kondisi ini menimbulkan spekulasi kuat bahwa korban mungkin mengalami tindak kekerasan sebelum kematiannya.
Polisi Periksa Laporan Orang Hilang
AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana, Kasi Humas Polres Bantul, menegaskan bahwa polisi menganggap serius temuan ini dan sedang melakukan penyelidikan mendalam.
“Kondisi kerangka dan posisi pakaian mengindikasikan kemungkinan adanya kejahatan. Kami sedang memeriksa laporan orang hilang untuk mengidentifikasi korban,” ujarnya.
Selain itu, polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang beraktivitas di sekitar kebun tebu dalam beberapa bulan terakhir.
“Kami mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban sebelum ditemukan untuk segera melapor kepada kepolisian,” tambahnya.
Dugaan Penyebab Kematian
Meskipun hasil otopsi masih ditunggu, beberapa kemungkinan penyebab kematian mulai dianalisis:
- Tindak Kekerasan: Posisi pakaian yang tidak wajar dan bagian tubuh yang terpisah menimbulkan dugaan bahwa korban mengalami kekerasan sebelum meninggal.
- Kematian Alami: Jika tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lebih lanjut, kemungkinan lain adalah korban meninggal karena sebab alami sebelum tubuhnya membusuk dan terurai secara alami.
- Dibuang ke Lokasi: Bisa jadi korban tewas di tempat lain, lalu jasadnya dibuang ke kebun tebu agar sulit ditemukan.
Namun, tanpa identitas yang jelas, semua kemungkinan masih terbuka.
Sisi Lain: Mengapa Kasus Ini Menarik Perhatian?
Penemuan kerangka manusia di area perkebunan bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Dalam beberapa kasus sebelumnya, lahan perkebunan sering dijadikan tempat pembuangan mayat karena lokasinya yang sepi dan jarang diawasi.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena beberapa faktor:
- Misteri Identitas Korban: Hingga kini, korban belum teridentifikasi.
- Indikasi Kriminalitas: Posisi tulang yang terpisah dan pakaian yang tidak wajar menimbulkan kecurigaan.
- Dampak pada Keamanan Warga: Warga sekitar mulai resah dengan kemungkinan adanya pelaku kejahatan di lingkungan mereka.
Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melaporkan hal mencurigakan kepada pihak berwajib. Polisi juga terus mengumpulkan bukti dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengungkap kasus ini.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com
Sumber Berita : Jogja Info