Dinkes Kalbar turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan bagi korban banjir di Kubu Raya yaitu sejumlah desa di Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Hingga Senin (10/3/2025), tiga desa terdampak, yakni Desa Teluk Bakung, Desa Lingga, dan Desa Pancaroba.
Ketinggian air mencapai 70 cm hingga 1 meter, merendam ratusan rumah warga dan menghambat aktivitas sehari-hari. Banyak warga yang tetap bertahan di rumah meski air terus menggenangi permukiman mereka.
Merespons kondisi ini, Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Dinkes Kalbar) turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan bagi korban banjir.
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr. Erna Yulianti, bersama timnya mengunjungi daerah terdampak dan menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil.
“Kita serahkan bantuan berupa paket PMT, masing-masing PMT Balita sebanyak 100 box dan PMT ibu hamil 50 boks,” jelas Erna.
Tak hanya itu, Dinkes Kalbar juga memberikan bantuan obat-obatan untuk penanganan penyakit akibat banjir, seperti:
- Paracetamol tablet untuk mengatasi demam dan sakit kepala
- CTM tablet untuk alergi dan gatal-gatal
- Prafenta tablet untuk mengatasi infeksi
- Antasida sirup untuk gangguan pencernaan
- Krim ketokonazol untuk mengatasi infeksi kulit
- Vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh
“Selain itu kita juga memberikan bantuan 2 koli yang berisikan obat-obatan untuk penanganan banjir, seperti misalnya paracetamol tablet, CTM tablet, Prafenta Tablet, Antasida Sirup, Krim Ketokonazol, dan vitamin C,” tambahnya
Ancaman Penyakit Mengintai Korban Banjir
Banjir yang berlangsung lama dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Genangan air kotor meningkatkan risiko penyakit menular, seperti:
- Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat lingkungan yang lembap
- Diare dan penyakit pencernaan karena sanitasi yang buruk
- Penyakit kulit seperti gatal-gatal dan jamur akibat air kotor
- Demam berdarah karena nyamuk berkembang biak di genangan air
Untuk mencegah penyebaran penyakit, Dinkes Kalbar mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan air bersih, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala sakit.
Warga Masih Bertahan di Rumah, Posko Darurat Didirikan
Meskipun posko tanggap bencana telah didirikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga kini belum ada warga yang mengungsi. Mereka memilih bertahan di rumah masing-masing meski kondisi banjir belum surut.
“Tadi kita juga lihat tenda BNPB sudah didirikan di posko tanggap bencana, namun belum ada masyarakat yang mau mengungsi dan memilih bertahan di rumah yang sudah tergenang air,” jelasnya.
Dinkes Kalbar juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya untuk terus mendata warga yang membutuhkan bantuan medis. Jika banjir tak kunjung surut, tim kesehatan siap mengerahkan relawan untuk memberikan pertolongan lebih lanjut.
“Termasuk kita di Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat siap mengerahkan tim relawan yang bertugas sebagai petugas kesehatan apabila situasi sudah urgent dan dibutuhkan, kemudian untuk obat-obatan saat ini masih dalam kategori aman. Tinggal nantinya Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya mendata apa-apa saja obat yang dibutuhkan untuk membantu upaya penanganan,” pungkasnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com