Aturan membawa vape dalam penerbangan perlu anda ketahui. Bagi pengguna rokok elektronik atau vape yang sering bepergian dengan pesawat, penting untuk mengetahui aturan terbaru yang diatur dalam Surat Edaran (SE) 12 DJPU Tahun 2024.
Aturan ini mengatur batasan dan ketentuan membawa vape dalam penerbangan demi menjaga keamanan dan kenyamanan semua penumpang.
Berdasarkan regulasi tersebut, vape diperbolehkan dalam penerbangan, namun dengan beberapa persyaratan ketat yang harus dipatuhi.
Aturan Membawa Vape dalam Penerbangan Tahun 2025
Dimana Vape Harus Ditempatkan?
Penumpang hanya diperbolehkan membawa satu unit rokok elektronik dalam penerbangan. Selain itu, vape harus disimpan di lokasi tertentu, yaitu:
✅ Bagasi kabin
✅ Saku baju
✅ Saku celana
Sementara itu, vape dilarang keras dimasukkan ke dalam bagasi tercatat karena alasan keamanan terkait baterai lithium yang digunakan.
Batas Kapasitas Baterai Vape yang Diizinkan
Karena mengandung baterai lithium yang berpotensi berbahaya jika tidak ditangani dengan benar, vape yang dibawa ke pesawat harus memiliki kapasitas baterai maksimal 100Wh. Jika kapasitas baterai melebihi angka tersebut, penumpang tidak diperbolehkan membawa perangkat tersebut dalam penerbangan.
Batasan Cairan Isi Ulang Vape
Selain perangkat vape, cairan isi ulangnya juga memiliki batasan khusus. Penumpang hanya diperbolehkan membawa cairan vape dengan jumlah maksimal 100ml. Cairan ini harus dikemas dalam botol dan ditempatkan di dalam kantong plastik yang sesuai dengan peraturan penerbangan tentang cairan dalam kabin pesawat.
Kondisi Baterai Selama Penerbangan
Untuk alasan keamanan, vape yang dibawa ke dalam pesawat harus dalam kondisi:
- Power Off (Dimatikan sepenuhnya).
- Jika vape tidak memiliki tombol Power Off, maka cartridge harus dilepas dari bodi vape untuk mencegah aktivasi yang tidak disengaja.
Mengapa Ada Aturan Ketat Tentang Vape di Pesawat?
Aturan ini diberlakukan bukan tanpa alasan. Rokok elektronik mengandung baterai lithium yang rentan mengalami panas berlebih (overheating), korsleting, hingga kebakaran jika tidak ditangani dengan benar. Kasus insiden terkait baterai lithium di pesawat sudah pernah terjadi, sehingga regulasi ini dibuat demi keselamatan penerbangan.
Selain itu, cairan isi ulang vape yang mengandung bahan kimia juga perlu dikendalikan jumlahnya agar tidak melanggar aturan standar penerbangan internasional.
Pahami Aturan, Hindari Masalah
Membawa vape dalam penerbangan memang diperbolehkan, tetapi dengan ketentuan yang jelas. Pastikan:
✔ Hanya membawa satu unit vape dalam bagasi kabin, saku baju, atau saku celana.
✔ Dilarang memasukkan vape ke dalam bagasi tercatat.
✔ Kapasitas baterai maksimal 100Wh.
✔ Cairan isi ulang maksimal 100ml dan dikemas dalam kantong plastik.
✔ Baterai vape harus dalam kondisi Power Off atau cartridge dilepas jika tidak memiliki tombol daya.
Dengan memahami aturan ini, penumpang dapat membawa vape dengan aman tanpa melanggar regulasi penerbangan. Pastikan selalu mengikuti ketentuan agar perjalanan tetap nyaman dan bebas kendala.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com