Ria Norsan umumkan 7 prioritas RPJMD 2025 -2029. RPJMD ini akan menjadi pedoman pembangunan Kalimantan Barat selama lima tahun ke depan, dengan fokus pada tujuh sektor utama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menggelar Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, pada Jumat (21/3/2025).
Forum ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan, didampingi Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, serta dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ria Norsan Umumkan 7 Prioritas RPJMD 2025–2029
7 Prioritas Pembangunan Kalimantan Barat 2025–2029
1. Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan
Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan jalan provinsi guna mendukung kelancaran transportasi dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, proyek strategis seperti pengembangan Pelabuhan Kijing akan terus dikembangkan agar dapat menjadi pusat perdagangan regional.
“Peningkatan kualitas jalan provinsi tetap menjadi fokus utama kami mendukung kelancaran transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga dapat mendorong perekonomian daerah,” ujarnya.
2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Pemprov Kalbar akan memastikan akses pendidikan merata bagi seluruh masyarakat. Salah satu kebijakan unggulan adalah pembebasan SPP bagi siswa SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta. Selain itu, program pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja juga akan diperkuat untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja Kalbar.
“Nanti tidak ada lagi anak-anak kita yang putus sekolah di tingkat SMA karena kita sudah berupaya yang negeri maupun yang swasta akan kita bebaskan untuk tunjangan SPP-nya,” ungkapnya.
3. Penguatan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan
Sektor pertanian, perkebunan, dan industri kelapa sawit akan terus dikembangkan agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Pemprov juga akan meningkatkan akses permodalan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk menciptakan ekonomi yang lebih inklusif.
“Pengembangan pelabuhan Kijing yang terintegrasi dengan kawasan industri juga menjadi langkah strategis guna mendukung kegiatan ekonomi dan memperkuat daya saing daerah,” katanya.
4. Kesejahteraan Tenaga Pendidik dan Kesehatan
Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan insentif bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, khususnya mereka yang bertugas di daerah terpencil dan tertinggal. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan di Kalbar.
“Pemerintah Provinsi Kalbar berencana untuk menyesuaikan standar insentif bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di daerah-daerah yang masih sulit dijangkau,” ujarnya.
5. Partisipasi Generasi Muda dalam Pembangunan
Pemerintah akan meluncurkan program yang berfokus pada penguatan keterampilan generasi muda, akses permodalan bagi wirausaha kreatif, serta pemberian penghargaan bagi pemuda berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
6. Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam
Pemprov Kalbar akan menerapkan kebijakan untuk mengurangi pencemaran, merehabilitasi lahan pasca tambang, serta menekan emisi gas rumah kaca guna menjaga keseimbangan ekologi dan mencegah bencana lingkungan.
“Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana,” katanya.
7. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Transparan
Program unggulan “Gema Membangun Desa” akan dijalankan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah terpencil. Program ini melibatkan kunjungan langsung ke desa-desa guna menyerap aspirasi masyarakat.
RPJMD Kalbar 2025–2029 menjadi arah baru dalam pembangunan daerah dengan menitikberatkan pada infrastruktur, SDM, ekonomi, dan lingkungan.
Dengan adanya perencanaan matang dan keterlibatan masyarakat, Kalimantan Barat diharapkan semakin maju dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan pendekatan ini, diharapkan pembangunan dapat dimulai dari desa dan mengarah pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang lebih baik,” pungkasnya
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com