Antea Putri Turk, cucu dari cicit buyut Ngadini Soepratini—kakak kandung WR Soepratman—mengukir sejarah baru dalam dunia musik Tanah Air.
Penyanyi berbakat ini resmi meluncurkan album berisi karya-karya ciptaan WR Soepratman, termasuk lagu kebangsaan “Indonesia Raya” versi asli tiga stanza.
Dalam konser perdananya, Antea membawakan 12 lagu karya WR Soepratman, seperti “Dari Barat Sampai ke Timur“, “Matahari Terbit“, “Pahlawan Merdeka“, hingga “Ibu Kita Kartini“. Acara tersebut juga mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).
“Aku awalnya grogi banget, namun bersyukur akhirnya semua berjalan lancar. Aku juga senang dengan kehadiran orang-orang di sini, seperti Sandiaga Uno, Eyang Titiek Puspa, dan Addie MS,” ungkap Antea setelah konser.
Menghidupkan Lagu Terlupakan WR Soepratman
Salah satu lagu yang paling berkesan bagi Antea adalah “Selamat Tinggal”, lagu terakhir yang diciptakan WR Soepratman sebelum wafat. “Menurut aku pribadi, lagu yang paling memiliki kesan mendalam adalah ‘Selamat Tinggal’, karena itu lagu terakhir ciptaan WR Soepratman,” ujarnya.
Selain itu, Antea juga memperkenalkan kembali lagu “Indonesia Hai Ibuku”, sebuah komposisi yang jarang diketahui publik. Lagu ini memiliki lirik yang mendalam, mencerminkan kecintaan sang maestro terhadap Tanah Air.
“Ketika mendengar lagu ‘Indonesia Raya’, seluruh darah saya seperti mendidih. Apa yang beliau tulis dapat memengaruhi jiwa raga lahir batin saya,” kata Antea dengan penuh emosional.
Jalur Musik yang Ditempuh Antea Putri Turk
Sejak usia 5 tahun, Antea telah mengasah bakatnya dalam dunia musik dengan bermain biola, piano, dan gitar. Ia juga dikenal sebagai Leading Soprano dan solois paduan suara TRCC – The Resonanz Children Choir, yang telah memenangkan berbagai kompetisi internasional.
Dari perjalanannya, Antea ingin menunjukkan bahwa karya WR Soepratman bukan hanya sebatas lagu kebangsaan, tetapi juga memiliki nilai seni yang tinggi dan harus terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Peluncuran Album: Misi Melestarikan Warisan Musik Nasional
Konser “Peluncuran Album Perdana Lagu-lagu Ciptaan WR Soepratman” menjadi langkah besar dalam menjaga warisan musik nasional. Album ini mencakup lagu-lagu langka seperti “Indonesia Tjantik” yang diciptakan pada tahun 1924, serta beberapa komposisi yang sempat hilang dari ingatan publik.
Dengan peluncuran album ini, Antea berharap masyarakat Indonesia bisa lebih mengenal dan mengapresiasi karya-karya WR Soepratman selain “Indonesia Raya”.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com