Thailand Bongkar Sindikat Penipuan, 10 Warga China Dideportasi

- Jurnalis

Senin, 17 Februari 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Thailand mendeportasi 10 warga China yang diduga terlibat dalam kasus penculikan seorang aktor yang kemudian diselamatkan dari pusat penipuan siber di Myanmar. (Foto: Ilustrasi/AP)

Thailand mendeportasi 10 warga China yang diduga terlibat dalam kasus penculikan seorang aktor yang kemudian diselamatkan dari pusat penipuan siber di Myanmar. (Foto: Ilustrasi/AP)

Thailand bongkar sindikat penipuan di perbatasan Myanmar yang dijalankan oleh orang asing yang sebenarnya juga menjadi korban perdagangan manusia.

Mereka dipaksa menipu sesama warga negara mereka dalam sebuah industri ilegal yang menurut analis bisa mencapai miliaran dolar.

Thailand Bongkar Sindikat Penipuan Dan Deportasi 10 Warga China Terlibat Penipuan

Thailand mendeportasi 10 warga China yang diduga terlibat dalam penculikan aktor Wang Xing. Polisi mengungkap bahwa Wang berhasil diselamatkan dari pusat penipuan siber di Myawaddy, Myanmar. Para tersangka ditangkap di Thailand setelah melarikan diri dari Myanmar ke Kamboja.

Baca Juga :  Hamas akan Umumkan 3 Nama Sandera Israel yang akan Dibebaskan Akhir Pekan

Modus Penipuan di Perbatasan Myanmar

Para korban awalnya dijanjikan pekerjaan atau audisi di Thailand sebelum diselundupkan ke Myanmar. Di sana, mereka dipaksa menjalankan operasi penipuan daring. Peran mereka beragam, mulai dari manajer, petugas keamanan, hingga operator pusat panggilan yang menipu korban.

Upaya Thailand Memberantas Sindikat Penipuan

Pemerintah Thailand mulai mengambil langkah tegas untuk menghentikan penipuan di perbatasan Myanmar. Wakil Perdana Menteri Anutin Charnvirakul bahkan memerintahkan pemutusan listrik ke lima lokasi yang diduga menjadi pusat operasi sindikat tersebut.

Baca Juga :  Hamas Serahkan Jenazah Sandera Israel, Netanyahu Ancam Balasan Keras

Dampak Besar Penipuan Siber Myanmar

Menurut analis, industri ilegal ini bernilai miliaran dolar dan terus berkembang. Banyak korban yang terjebak dan dipaksa menjalankan operasi penipuan. Penegakan hukum lintas negara menjadi tantangan utama dalam membongkar jaringan kejahatan ini.

Follow WhatsApp Channel gencilnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Balas Dendam! Indonesia Dikenai Tarif 32% oleh AS
PBB Pangkas Dana, Nasib Rohingya di Indonesia Terancam
Donald Trump dan Paus Fransiskus Masuk Daftar 300 Nama Nominasi Nobel Perdamaian
Trump Stop Bantuan Militer ke Ukraina, Ini Alasannya
140 WNI Korban Penipuan Online Scam di Myanmar Berhasil Dipulangkan
Pertemuan Trump-Zelenskyy Bertemu di Gedung Putih: Adu Mulut Sengit Soal Mineral Langka Ukraina
Voucher SG60, Warga Singapura Dapat Rp9,7 Juta Dari Pemerintah
Hamas Serahkan Jenazah Sandera Israel, Netanyahu Ancam Balasan Keras

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 00:30 WIB

Trump Balas Dendam! Indonesia Dikenai Tarif 32% oleh AS

Senin, 10 Maret 2025 - 00:35 WIB

PBB Pangkas Dana, Nasib Rohingya di Indonesia Terancam

Jumat, 7 Maret 2025 - 01:00 WIB

Donald Trump dan Paus Fransiskus Masuk Daftar 300 Nama Nominasi Nobel Perdamaian

Rabu, 5 Maret 2025 - 01:00 WIB

Trump Stop Bantuan Militer ke Ukraina, Ini Alasannya

Senin, 3 Maret 2025 - 08:00 WIB

140 WNI Korban Penipuan Online Scam di Myanmar Berhasil Dipulangkan

Berita Terbaru

 Jadwal Bank Selama Libur Lebaran 2025, Jangan Salah Waktu

Bisnis

Jadwal Bank Selama Libur Lebaran 2025, Jangan Salah Waktu

Jumat, 4 Apr 2025 - 01:15 WIB

Ruben Onsu Masuk Islam, Ini Perjalanan Panjangnya

Inspirasi

Ruben Onsu Masuk Islam, Ini Perjalanan Panjangnya

Jumat, 4 Apr 2025 - 01:00 WIB

Bupati Kubu Raya Luncurkan Hallo Bupati untuk Respons Cepat Warga

Lintas Kalbar

Bupati Kubu Raya Luncurkan Hallo Bupati untuk Respons Cepat Warga

Jumat, 4 Apr 2025 - 00:35 WIB

Trump Balas Dendam! Indonesia Dikenai Tarif 32% oleh AS

Internasional

Trump Balas Dendam! Indonesia Dikenai Tarif 32% oleh AS

Jumat, 4 Apr 2025 - 00:30 WIB