Empat Indikator kunci keberhasilan pembangunan Pontianak menjadi tolak ukur keberhasilan visi tersebut pada tahun 2030.
Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya mewujudkan visi Pontianak Maju, Sejahtera, Berwawasan Lingkungan yang Humanis.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPERIDA) Pontianak, Sidig Handanu, mengungkapkan bahwa ada empat indikator utama yang menjadi tolak ukur keberhasilan visi tersebut pada tahun 2030.
“Jika target dalam indikator itu terpenuhi di 2030, artinya visi tercapai,” ujar Sidig dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Pontianak pada Forum Lintas Perangkat Daerah Kota Pontianak di Aula SSA Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (25/3/2025).
Empat Indikator Pembangunan Pontianak
Sidig menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan akan diukur melalui empat indikator berikut:
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) → Mengukur kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.
- Pendapatan Per Kapita → Memastikan pertumbuhan ekonomi yang merata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
- Angka Kemiskinan → Menargetkan penurunan jumlah penduduk miskin dengan program pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial.
- Indeks Keberlanjutan → Menilai keseimbangan pembangunan dengan pelestarian lingkungan dan tata ruang kota.
377 Usulan Infrastruktur Jadi Prioritas
Berdasarkan hasil Musrenbang Kecamatan, masyarakat mengajukan 936 usulan yang terbagi dalam tiga sektor utama:
- 377 usulan terkait infrastruktur, termasuk perbaikan jalan, drainase, dan fasilitas publik.
- 252 usulan di bidang pembangunan manusia, seperti peningkatan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.
- 307 usulan dalam sektor ekonomi dan sumber daya alam, termasuk pengembangan UMKM dan pengelolaan lingkungan.
“Di pagu indikatif 2026 kami menambahkan anggaran dukungan usulan musrenbang ke perangkat daerah, untuk membantu mengakomodir usulan tersebut,” katanya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com