Didit Hediprasetyo Ultah ke-41, Didit Hediprasetyo atau yang dikenal sebagai Didit Prabowo meraih sukses di dunia fashion.
Pada 22 Maret 2025, Didit Hediprasetyo merayakan ulang tahunnya yang ke-41. Meski dikenal sebagai putra Presiden Prabowo Subianto, Didit memilih jalur karier yang berbeda dari sang ayah.
Ia tidak terjun ke dunia politik, melainkan membangun reputasi sebagai desainer busana kelas dunia.
Lahir pada 22 Maret 1984, Didit merupakan anak tunggal Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto, sekaligus cucu dari Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.
Sejak kecil, ia tumbuh di Boston, Amerika Serikat, sebelum akhirnya menetap di Paris, Prancis untuk mengejar mimpinya di dunia fashion.
Karier di Dunia Fashion: Dari Parsons ke Paris Fashion Week
Didit mengenyam pendidikan di Parsons School of Design, New York, serta École Parsons à Paris. Selama studinya, ia mengasah bakat tidak hanya di bidang fashion, tetapi juga dalam melukis, fotografi, dan sejarah seni. Prestasinya mulai terlihat ketika ia meraih penghargaan Silver Thimble 2006 berkat koleksi busana yang inovatif.
Lulus pada 2007, Didit langsung terjun ke industri mode dan berhasil menembus Paris Fashion Week, salah satu ajang paling bergengsi di dunia. Hingga kini, ia menjadi satu dari sedikit desainer Indonesia yang secara konsisten tampil di kalender resmi Paris Fashion Week.
Selain di dunia fashion, Didit juga terlibat dalam desain interior otomotif. Salah satu pencapaiannya adalah merancang BMW Individual Series 7, yang memperkuat citranya sebagai desainer multifaset.
Karya-Karya Didit yang Mendunia
Beberapa pencapaian besar Didit di dunia mode internasional antara lain:
- Rancangannya pernah dikenakan oleh penyanyi terkenal Carly Rae Jepsen di MTV Video Music Awards 2013.
- Karyanya dipublikasikan di majalah Vogue, menjadikannya satu-satunya desainer Indonesia yang masuk dalam daftar eksklusif tersebut.
- Sejumlah selebritas Indonesia seperti Anggun juga pernah mengenakan busananya.
Mengapa Didit Memilih Mode, Bukan Politik?
Sebagai anak seorang pemimpin negara, banyak yang mengira Didit akan terjun ke dunia politik seperti ayahnya. Namun, Didit memilih jalur berbeda dan berfokus pada dunia seni dan fashion. Dalam beberapa wawancara, ia menyatakan bahwa passion-nya ada di industri kreatif, bukan di ranah pemerintahan.
Pilihan ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki latar belakang keluarga politik, seseorang tetap bisa meraih kesuksesan di bidang yang berbeda. Keputusan Didit membuktikan bahwa profesi di bidang seni dan mode juga memiliki potensi besar di tingkat internasional.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com