Husnuzon kepada Allah adalah sikap berprasangka baik atas segala ketetapan yang telah ditentukan-Nya, meskipun terkadang sulit diterima oleh akal manusia.
Ustaz Daday Assundawy dalam ceramahnya menyampaikan kisah burung pipit yang penuh hikmah, di mana burung kecil tersebut merasa kecewa karena sarangnya hancur diterpa badai.
Namun di balik kejadian itu, tersimpan kasih sayang Allah yang menyelamatkannya dari mara bahaya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa apa yang kita anggap musibah, sejatinya adalah bentuk rahmat Allah yang tak selalu kita pahami saat ini.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hamdan wa syukr lillah, washalatu wassalamu ‘ala Rasulillah Sayyidina Muhammad Ibni Abdillah wa ‘ala alihi wa ashabihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yaumil qiyamah.
Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Saudaraku di mana pun Anda berada, Allah berfirman dalam surah An-Nur ayat 41, yang artinya:
“Tidakkah engkau mengetahui bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, serta burung-burung yang merentangkan sayapnya. Masing-masing mengetahui cara berdoa dan bertasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
Pada kesempatan kali ini, izinkan saya menyampaikan sebuah kisah penuh hikmah tentang tasbih seekor burung pipit yang mengajarkan kita tentang pentingnya berbaik sangka kepada Allah.
Husnuzon kepada Allah
Tasbih Seekor Burung Pipit
Dikisahkan ada seekor burung pipit yang senantiasa berzikir dan bertasbih kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap pagi, burung tersebut naik ke atas ranting pohon, berkicau merdu memuji kebesaran Allah. Begitu pula setiap petang, ia selalu bertasbih dengan suara yang indah, hingga menarik perhatian para malaikat untuk turun mendekatinya.
Namun, pada suatu hari, burung pipit itu tiba-tiba berhenti berkicau. Ia tak lagi memuji Allah seperti biasanya. Para malaikat pun bertanya-tanya, ada apakah gerangan dengan burung yang biasanya setia bertasbih?
Malaikat menunggu hingga esok harinya, namun suara merdu itu tak juga terdengar. Hari demi hari berlalu, namun burung pipit tetap diam. Akhirnya, para malaikat memberanikan diri bertanya kepada Allah,
“Ya Allah, ke manakah gerangan burung pipit yang setiap pagi dan petang selalu bertasbih memuji-Mu?”
Allah pun berfirman,
“Tunggulah sebentar lagi, tak lama lagi ia akan datang mengadu kepada-Ku, karena hanya Akulah tempatnya mengadu.”
Keluh Kesah Burung Pipit
Benar saja, suatu pagi burung pipit naik ke atas ranting dan mulai mengadu kepada Allah dengan suara lirih:
“Ya Allah, aku ingin mengadukan nasibku. Sarang yang telah kubangun dengan susah payah, hancur oleh badai yang Engkau kirimkan. Aku telah mengumpulkan ranting demi ranting, daun demi daun, dengan tubuhku yang kecil dan lemah. Aku bekerja keras siang dan malam, namun Engkau malah menghancurkan sarangku. Di mana kasih sayang-Mu, ya Allah?”
Jawaban Allah yang Maha Bijaksana
Allah kemudian menjawab,
“Wahai burung pipit, sesungguhnya apa yang terjadi padamu adalah bentuk kasih sayang-Ku. Pada malam itu, saat engkau tertidur lelap di dalam sarangmu, datanglah seekor ular yang hendak memangsamu. Aku telah mencoba membangunkanmu dengan angin sepoi-sepoi, namun engkau tetap terlelap. Maka Aku kirimkan badai agar sarangmu hancur, supaya engkau selamat dari mara bahaya.”
Mendengar penjelasan tersebut, burung pipit pun menangis penuh penyesalan. Ia sadar bahwa apa yang dianggapnya sebagai musibah, ternyata adalah bentuk kasih sayang dan pertolongan Allah.
Hikmah yang Bisa Dipetik
Saudaraku, seringkali kita merasa kecewa saat sesuatu yang kita usahakan dengan susah payah hancur begitu saja. Kita merasa Allah tidak adil, tanpa menyadari bahwa di balik musibah itu ada pertolongan yang tidak kita ketahui.
Seperti firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 216:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
Tetap Berbaik Sangka kepada Allah
Kisah burung pipit ini mengajarkan kita untuk senantiasa berhusnuzon (berprasangka baik) kepada Allah dalam segala situasi.
Ketika kehilangan pekerjaan, dagangan sepi, atau mengalami musibah, yakinlah bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita.
Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya, meskipun kita tidak memahami hikmahnya saat ini.
Saudaraku, marilah kita belajar dari kisah burung pipit ini. Apapun yang menimpa kita, baik suka maupun duka, tetaplah berzikir dan bertasbih kepada Allah. Jangan pernah berburuk sangka kepada-Nya, karena setiap takdir yang Allah tetapkan pasti mengandung hikmah dan kasih sayang.
Percayalah, Allah Maha Baik, dan takdir-Nya tidak pernah salah.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa bersyukur, berzikir, dan berprasangka baik kepada Allah dalam segala keadaan.
Billahi Taufiq wal Hidayah.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
“Ketika Allah mengambil sesuatu dari kita, yakinlah bahwa Allah sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik.”
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com