Kalbar raih peringkat 3 Nasional MCP dalam Monitoring Center for Prevention (MCP) 2025 yang dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan di Kalbar semakin membaik dalam aspek pencegahan korupsi dan transparansi anggaran.
MCP merupakan sistem pemantauan yang digunakan oleh KPK untuk mengukur efektivitas pencegahan korupsi di setiap daerah.
Kalbar Raih Peringkat 3 Nasional MCP
Dalam tahun ini, Kalbar menempati posisi ketiga, berada di bawah Jawa Timur yang menduduki peringkat pertama.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini dan berharap agar sistem pengawasan tata kelola keuangan daerah semakin diperkuat.
“Alhamdulillah, Kalbar berhasil masuk peringkat tiga nasional dalam MCP KPK. Ini adalah hasil kerja sama seluruh elemen pemerintahan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah,” ujar Ria Norsan
Gubernur Ria Norsan Hadiri Arahan KPK
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menghadiri pengarahan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia di Yogyakarta pada Rabu, 19 Maret 2025.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua KPK RI serta perwakilan dari lima provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, para kepala daerah mendapatkan pembekalan mengenai strategi pencegahan korupsi.
Ria Norsan menegaskan bahwa pengawasan internal harus diperkuat melalui kerja sama dengan inspektorat daerah guna mencegah praktik korupsi yang merugikan negara.
“Kita diberikan materi tentang bagaimana pencegahan korupsi dan pembekalan untuk para kepala daerah yang baru. Harapannya, dalam menjalankan tugas nanti, kita bisa semaksimal mungkin melakukan pencegahan terhadap tindak korupsi,” ujar Ria Norsan.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com