Serangan jet tempur militer Nigeria menewaskan sedikitnya enam warga sipil di negara bagian Katsina, Nigeria utara. Insiden ini terjadi pada Sabtu (15/2) ketika militer tengah mengejar geng kriminal yang dikenal sebagai bandit.
Menurut laporan warga, jet tersebut menjatuhkan bom di area pemukiman di pinggiran desa Zakka, distrik Safana, setelah para bandit menyerang markas polisi setempat.
Serangan Jet Tempur Militer Nigeria
Seorang warga desa, Muntari Sada, mengatakan bahwa jet tersebut berputar-putar di langit sebelum akhirnya menyerang gubuk milik satu keluarga. Akibatnya, enam anggota keluarga tewas di tempat.
Jet itu menjatuhkan bom di sejumlah gubuk di pinggiran desa Zakka di distrik Safana pada hari Sabtu (15/2), kata tiga penduduk.
Mereka menambahkan serangan itu terjadi setelah apa yang mereka sebut sebagai para bandit menyerang markas polisi di desa tersebut, menewaskan dua polisi dan seorang pembela yang membantu mereka.
“Jet itu dikerahkan setelah para bandit mundur dan berputar-putar di sekitar desa sebelum menyerang sekelompok gubuk milik sebuah keluarga di luar desa, kata Muntari Sada, seorang warga Zakka, kepada AFP.
“Enam anggota keluarga tewas dan bagian-bagian tubuh mereka harus dikumpulkan dalam kantong untuk dimakamkan,” kata Sada, yang menghadiri pemakaman mereka.
Cerita itu dikukuhkan oleh dua warga lainnya yang memberikan jumlah korban yang sama.
Amnesty International menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 10 orang, dan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu menyerukan “investigasi yang tidak memihak, transparan, dan segera.”
Militer Nigeria tidak menanggapi permintaan AFP untuk memberikan komentar.
Angkatan bersenjata Nigeria telah bertahun-tahun memerangi geng-geng kriminal, yang dikenal sebagai bandit oleh warga lokal.
Kelompok-kelompok tersebut meneror masyarakat di Nigeria barat laut dan tengah, tempat mereka menyerbu desa-desa, membunuh atau menculik penduduk untuk tebusan, dan membakar rumah-rumah setelah melakukan penjarahan.
Sumber Berita : VOA INDONESIA