Trump stop bantuan militer ke Ukraina pada Senin (3/3/2025) sebagai upaya menekan Kyiv agar segera menyetujui perundingan perdamaian dengan Rusia.
Keputusan ini langsung berdampak pada ratusan juta dolar bantuan senjata yang tengah diproses untuk dikirim lapor surat kabar the New York Times.
Penangguhan ini diumumkan oleh seorang pejabat Gedung Putih yang tidak ingin disebutkan namanya. Langkah tersebut diambil untuk memastikan bantuan militer benar-benar berkontribusi pada penyelesaian konflik, bukan memperpanjang perang.
Langkah itu dilakukan beberapa hari setelah perselisihan terbuka yang mengejutkan di Gedung Putih antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Trump, yang mengupayakan diakhirinya perang secara cepat.
“Presiden telah menjelaskan bahwa dia fokus pada perdamaian. Kami membutuhkan mitra kami untuk berkomitmen pada tujuan itu juga,” kata seorang pejabat Gedung Putih, yang berbicara dengan syarat anonim.
“Kami menghentikan sementara dan meninjau bantuan kami untuk memastikan bahwa itu berkontribusi pada solusi,” pejabat itu menambahkan.
Alasan Trump Stop Bantuan Militer ke Ukraina
Keputusan Donald Trump menghentikan bantuan militer ke Ukraina dipicu ketegangan yang terjadi dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih beberapa hari sebelumnya. Trump menekan Kyiv agar segera menerima perundingan perdamaian dengan Rusia.
Trump juga mengisyaratkan bahwa tanpa kesepakatan gencatan senjata, Ukraina tidak akan bertahan lama dalam perang melawan Rusia.
Penangguhan bantuan tersebut langsung berdampak pada ratusan juta dolar bantuan dalam bentuk senjata yang tengah diproses untuk dikirim ke Ukraina, lapor surat kabar the New York Times.
Zelenskyy sendiri mengatakan pada Senin bahwa ia berupaya untuk mengakhiri perang yang saat ini berlangsung “sesegera mungkin.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com
Sumber Berita : voa indonesia