Penerbangan TransNusa di Singkawang tertunda, Pemkot Singkawang ajukan protes kepada maskapai tersebut.
Penerbangan maskapai TransNusa yang dijadwalkan beroperasi pada Senin, 24 Maret 2025, mengalami keterlambatan akibat masalah operasional pesawat.
Pemerintah Kota Singkawang menyayangkan kejadian ini dan meminta manajemen TransNusa bertanggung jawab atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang.
Dalam surat keberatannya, Pemkot menyatakan bahwa keterlambatan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab TransNusa dan tidak ada keterlibatan pihak pemerintah kota dalam operasional maskapai. Namun disini, pihak Pemkot menyatakan keprihatinan dan menyayangkan kejadian ini.
Pemkot juga menekankan bahwa TransNusa harus memenuhi hak-hak penumpang sesuai regulasi penerbangan yang berlaku.
Selain itu, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Singkawang diminta untuk memberikan pendampingan dan memastikan para penumpang mendapatkan hak mereka, termasuk kompensasi jika diperlukan.
Kejadian ini menjadi perhatian khusus karena Bandara Singkawang baru saja menyambut penerbangan reguler.
Pemkot khawatir insiden ini bisa berdampak negatif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap layanan TransNusa.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak TransNusa terkait penyebab pasti dan langkah yang akan mereka ambil untuk menangani keterlambatan ini.
Berikut keterangan dari Pemkot Singkawang, akibat tertundanya penerbangan Transnusa.
Sehubungan dengan adanya kejadian tertundanya penerbangan transnusa hari ini Senin Tanggal 24 Maret 2025 dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Tertundanya Penerbangan TransNusa hari ini murni karena permasalahan operasional pesawat TransNusa yg menjadi domain pihak manajemen transnusa.
2. Pemerintah Kota Singkawang turut prihatin dan menyayangkan kejadian tersebut, secara hirarki pemkot tidak ambil bagian atas permasalahan tersebut, karena penyediaan penerbangan tersebut mutlak menjadi tanggung jawab pihak managemen TransNusa.
3. Pemerintah Kota Singkawang memahami kondisi yang terjadi pada para penumpang dan secara tegas akan melayangkan surat keberatan kepada manajemen TransNusa.
4. Pihak managemen TransNusa diminta untuk dapat memberikan hak hak penumpang sesuai ketentuan yang berlaku dan meminimal kerugian yang dialami oleh penumpang.
5. Diharapkan pihak UPBU sebagai pengelola bandara juga dapat memberikan penjelasan dan dukungan berupa pendampingan kepada penumpang akibat tertundanya penerbangan serta memastikan penumpang mendapat hak hak sesuai regulasi yang ada.
6. Pemerintah kota singkawang berharap agar kejadian seperti ini tdk terjadi lagi dikarenakan bandara singkawang baru saja menyambut penerbangan reguler sehingga dikhawatirkan dapat mengurangi kepercayaan terhadap managemen transnusa.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com