Pelantun lagu sakura Fariz RM lagi-lagi ditangkap polisi gara-gara narkoba. Musisi legendaris ini kembali diamankan polisi untuk keempat kalinya di wilayah Bandung, Jawa Barat.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Andri Kurniawan, membenarkan penangkapan Fariz RM pada Rabu (19/2/2025).
“Benar, inisial FRM diamankan,” ujar AKBP Andri. Saat ini, pelantun lagu Sakura tersebut telah dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pelantun Lagu Sakura Fariz RM Ditangkap Polisi
Sejarah Kelam Fariz RM dengan Narkoba
Ini bukan pertama kalinya Fariz RM ditangkap karena narkoba. Sebelumnya, musisi kelahiran 5 Januari 1959 ini telah tiga kali berurusan dengan hukum karena kasus serupa.
Penangkapan Pertama (2007)
Ditangkap pada 28 Oktober 2007 di Jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan.
Dijatuhi hukuman penjara selama empat bulan.
Penangkapan Kedua (2015)
Ditangkap karena kasus narkoba lagi.
Dihukum enam bulan penjara.
Penangkapan Ketiga (2018)
Ditangkap pada 24 Agustus 2018.
Menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi BNN, Lido, Bogor.
Fariz RM Tertunduk Lesu Saat Diamankan
Saat dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan, Fariz RM terlihat mengenakan kaus putih dan tertunduk lesu. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai barang bukti yang diamankan dalam kasus ini.
Kasus ini kembali menyorot masalah narkoba di kalangan selebriti. Publik pun mempertanyakan apakah Fariz RM akan kembali menjalani rehabilitasi atau menghadapi hukuman yang lebih berat.
Fariz RM: Perjalanan Karier Legendaris, dari “Sakura” hingga “Barcelona”
Fariz RM, maestro musik Indonesia, dikenal sebagai penyanyi, pemusik, dan penulis lagu berbakat. Nama Fariz RM melejit berkat lagu-lagu ikonik seperti “Sakura” dan “Barcelona” yang hingga kini masih melekat di hati penggemarnya. Lahir pada 5 Januari 1959, Fariz memiliki darah campuran Belanda, Betawi, dan Minangkabau. Karier musiknya yang gemilang menjadikannya salah satu legenda di industri musik Tanah Air.
Awal Kehidupan dan Bakat Musik
Fariz lahir dalam keluarga yang dekat dengan dunia musik. Ayahnya, Rustam Munaf, merupakan penyanyi di RRI Jakarta, sementara ibunya, Hj. Anna Reijnenberg, adalah seorang pelatih piano. Sejak kecil, Fariz telah diperkenalkan pada dunia musik dan belajar piano dari Sunarto Sunaryo serta Prof. Charlotte Sutrisno JP.
Perjalanan Karier Musik Fariz RM
Fariz RM mulai meniti karier musiknya sejak usia 12 tahun sebagai gitaris melodi dalam grup Young Gipsy bersama Debby Nasution dan Odink Nasution. Perjalanan profesionalnya semakin terbuka pada tahun 1977 ketika ia mengikuti Lomba Cipta Lagu Remaja Radio Prambors bersama teman-temannya seperti Addie MS dan Ikang Fawzi. Meski hanya meraih juara tiga, kesempatan untuk terjun ke dunia musik semakin terbuka.
Pada tahun 1980, Fariz RM merilis album “Sakura” yang sukses besar. Dengan warna musik yang fresh dan groovy, album ini menampilkan kepiawaian Fariz dalam memainkan berbagai instrumen secara solo. Keberhasilannya ini membawanya semakin dikenal luas sebagai musisi berbakat dengan konsep musik yang unik.
Era Kejayaan dan Pengaruh di Industri Musik
Saat tren musik Indonesia masih didominasi balada, Fariz RM justru memperkenalkan konsep musik yang danceable dengan sentuhan Earth, Wind & Fire serta teknik bernyanyi falsetto. Ia kemudian membentuk grup Transs bersama Erwin Gutawa, memperkenalkan genre fusion yang menggabungkan jazz dan rock. Keberanian ini menginspirasi banyak musisi lain untuk mengikuti jejaknya.
Pada tahun 1983, Fariz RM bergabung dengan grup Wow! bersama Iwan Madjid dan Darwin B Rachman. Meskipun hanya bertahan sebentar, grup ini menghasilkan lagu-lagu progresif seperti “Pekik Merdeka” dan “Armageddon”. Setelah keluar dari Wow!, Fariz tetap produktif dengan berbagai proyek musik lainnya, termasuk Symphony dan Jakarta Rhythm Section.
Produksi Album dan Karya-Karya Ikonik
Selama lebih dari 25 tahun berkarier, Fariz RM telah merilis lebih dari 20 album solo, 72 album kolaborasi, 18 album soundtrack, serta 13 album internasional yang dirilis di Eropa dan Asia Pasifik. Beberapa lagu hitsnya yang masih dikenang hingga kini adalah “Nada Kasih”, “Menggapai Bintang”, “Selamat Untukmu”, dan “Renungan”.
Comeback dan Konser Besar
Setelah sempat vakum dari dunia musik, Fariz RM kembali dengan konser akbar “Pagelaran Zaman Emas Fariz RM” pada 2003 di Jakarta. Namun, konser tersebut dinilai kurang sukses karena jumlah penonton yang hadir tidak memenuhi ekspektasi. Pada 2008, Fariz RM kembali menggelar “Anthology Live Concert” dengan menggandeng musisi muda seperti Sherina Munaf, Koil, dan White Shoes & The Couples Company.
Di tahun-tahun berikutnya, Fariz RM tetap aktif bermusik dan berkolaborasi dengan berbagai musisi. Salah satu proyek terbarunya adalah album “Fariz RM & Dian Permana Putra in Collaboration” yang dirilis pada Oktober 2014 dan dijual secara eksklusif di restoran KFC seluruh Indonesia.
Warisan Musik Fariz RM
Sebagai salah satu legenda musik Indonesia, Fariz RM telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan industri musik Tanah Air. Lagu-lagunya yang khas dan inovatif terus dikenang oleh pecinta musik lintas generasi. Dengan gaya bermusik yang unik dan inspiratif, Fariz RM membuktikan bahwa musiknya tak lekang oleh waktu.