Sandiaga Uno memajang status di instagramnya, mantan menteri era Jokowi itu meminta netizen untuk dapat menemukan ibu yang sedang memanjat tali kapal.
Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu nekat memanjat tali jangkar kapal di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar viral di media sosial. Wanita tersebut adalah Mariama (32), seorang ibu tunggal yang berjualan roti di atas kapal demi menghidupi kelima anaknya.
Dalam video itu, Mariama terlihat cekatan merayap di tali kapal yang bergoyang, membawa dagangannya dengan penuh risiko. Tindakannya ini mencerminkan perjuangan seorang ibu dalam menghadapi kerasnya kehidupan.
Sandiaga Uno Tergerak Mencari Mariama
Keberanian Mariama menarik perhatian mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Ia langsung mengunggah video Mariama di akun Instagram pribadinya, @sandiuno, seraya meminta bantuan netizen untuk menemukan keberadaan sang ibu pejuang.
“Social media, please do your magic! Ada yang tahu ke mana saya bisa menghubungi Ibu Mariama dan di mana tempat tinggal beliau?” tulis Sandiaga Uno di laman Instagram
Unggahan ini mendapat banyak tanggapan dari netizen, yang turut merasa kagum sekaligus prihatin dengan perjuangan Mariama.
Demi Anak, Mariama Rela Menghadapi Risiko
Sebagai janda dengan lima anak, Mariama tak punya banyak pilihan. Tiga anaknya masih bersekolah, sementara dua lainnya sudah berhenti. Ia pun berjuang seorang diri, mengandalkan dagangan rotinya.
“Saya manjat tali kapal untuk cari uang, jualan. Jual roti. Sehari bisa dapat Rp 100 ribu,” ujar Mariama.
Aksi berbahaya ini telah ia lakukan selama empat tahun terakhir, meskipun ia sadar akan risikonya.
“Saya berani, kalau jatuh sudah risikonya pak. Anakku kucarikan uang. Demi anak,” katanya tegas
Pelabuhan Kini Distertibkan, Mariama Tak Lagi Memanjat Tali
Setelah videonya viral dan menarik perhatian banyak pihak, pelabuhan mulai menertibkan aktivitas pedagang asongan. Kini, mereka diberikan jalur resmi untuk naik ke kapal tanpa harus mempertaruhkan nyawa.
Kisah Mariama mengajarkan bahwa seorang ibu akan melakukan apa saja demi anak-anaknya. Keberaniannya menghadapi bahaya bukanlah pilihan, melainkan keharusan agar keluarganya bisa bertahan hidup.