Khutbah Jumat kali ini mengingatkan pentingnya menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh ketakwaan. Ramadan bukan sekadar bulan berpuasa, tetapi juga waktu untuk meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT. Tanpa persiapan yang matang, kita bisa kehilangan banyak keutamaan yang ada di dalamnya.
Kegembiraan dalam menyambut bulan Ramadan tidak terlepas dari berbagai bentuk keberkahan yang dijanjikan baik materil maupun spiritual.
Kalimat “bulan yang diberkahi” telah cukup menjadi alasan mengapa kita harus gembira dengan Ramadan, karena tidak ada yang paling bernilai di alam dunia ini selain keberkahan.
Keberkahan itu sendiri bermakna tumbuh atau bertambah kebaikan, dimana segala yang dimiliki diarahkan dalam konteks ketaatan kepada Allah SWT.
Tingkat keberkahan di bulan Ramadan tidak ada bandingannya dengan keberkahan-keberkahan yang Allah tawarkan kepada makhluk-Nya di bulan-bulan selain Ramadan.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (Hadis shahih, dan diriwayatkan oleh An –Nasa’i)
Dalam hadis ini, Rasulullah SAW menjelaskan beberapa bentuk keberkahan spiritual di bulan Ramadan antara lain: pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, dan terdapat satu malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan yaitu lailatul qadr.
Makna “pintu-pintu surga dibuka” adalah mudahnya seorang muslim menjalankan berbagai kebaikan secara istiqamah sehingga menutup akses keburukan, dan syetan tidak berdaya mengalihkannya kepada kesesatan. Beruntunglah saudaraku, jika anda tidak terhalang dari keberkahan. Beruntunglah saudaraku, jika anda tergolong orang yang dimudahkan Allah SWT dalam menjalankan kebaikan.
Dengan alasan keberkahan inilah, Ibnu Rajab Al-Hambali berkata, “Bagaimana tidak gembira? seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga, tertutupnya pintu-pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira, jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadhan).
Khutbah Jumat: Persiapan Menyambut Bulan Ramadan
Persiapan Diri Menjelang Ramadan
1. Membersihkan Hati dan Bertaubat
Sebelum memasuki bulan suci, kita harus memperbaiki diri dengan bertaubat dan meminta ampun kepada Allah. Jangan sampai Ramadan datang sementara hati kita masih dipenuhi kebencian dan dosa.
2. Memperbanyak Ibadah dan Dzikir
Ramadan adalah bulan penuh berkah, dan amal kebaikan dilipatgandakan. Oleh karena itu, mulai dari sekarang perbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan berzikir agar terbiasa dengan suasana Ramadan.
3. Melatih Diri dengan Puasa Sunnah
Puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (puasa pertengahan bulan) bisa menjadi latihan agar tubuh dan jiwa siap menghadapi Ramadan dengan lebih ringan.
4. Menyiapkan Harta untuk Sedekah
Sedekah adalah amalan yang dianjurkan, terutama di bulan Ramadan. Membantu sesama sebelum Ramadan tiba akan melatih keikhlasan dan kepedulian kita.
Keutamaan Menyambut Ramadan dengan Persiapan yang Baik
Orang yang mempersiapkan diri dengan baik sebelum Ramadan akan lebih mudah mendapatkan lailatul qadar, pahala puasa yang sempurna, dan keberkahan hidup setelahnya.
Demikian semoga bermanfaat.