Dishub Kalbar (Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat) tengah mengevaluasi trayek angkutan laut perintis 2025 guna meningkatkan akses transportasi laut ke daerah terpencil. Evaluasi ini mencakup jumlah penumpang, kondisi infrastruktur, serta frekuensi perjalanan kapal.
Berdasarkan hasil sementara, beberapa rute masih menghadapi kendala operasional, termasuk keterbatasan armada dan fasilitas pelabuhan. Oleh karena itu, pemerintah berupaya melakukan perbaikan agar layanan angkutan laut semakin optimal.
Dishub Kalbar : Usulan Trayek Angkutan Laut Perintis 2026
Sebagai bagian dari upaya peningkatan konektivitas, Dinas Perhubungan Kalbar mengusulkan trayek angkutan laut perintis 2026 dengan menambah jalur baru. Trayek tambahan ini dirancang untuk menjangkau wilayah yang belum terhubung secara maksimal oleh angkutan laut.
Beberapa poin utama dalam usulan trayek baru ini meliputi:
- Penambahan rute baru yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan terpencil.
- Peningkatan armada kapal agar mampu mengangkut lebih banyak penumpang dan barang.
- Optimalisasi frekuensi perjalanan agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses transportasi laut.
Dampak Positif Penambahan Trayek Laut Perintis
Jika usulan ini disetujui dan diterapkan pada 2026, diharapkan dapat memberikan dampak positif, antara lain:
- Meningkatkan perekonomian daerah terpencil dengan memperlancar distribusi barang.
- Mempermudah mobilitas masyarakat yang bergantung pada transportasi laut.
- Meningkatkan efektivitas pelayanan transportasi dengan armada yang lebih modern dan rute yang lebih strategis.
Evaluasi trayek angkutan laut perintis 2025 menjadi dasar penting untuk menyusun usulan rute baru di tahun 2026. Dengan adanya penambahan trayek dan peningkatan armada, akses transportasi laut di Kalimantan Barat dan wilayah lainnya di Indonesia diharapkan semakin mudah dan efisien.
Pemerintah terus berupaya memperbaiki layanan angkutan laut perintis guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.