Revitalisasi TPA Batulayang ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp260 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut. Dana tersebut akan disalurkan melalui sistem reimburse.
“Kita mendapat dana dari pemerintah pusat sebesar Rp260 miliar, dengan cara reimburse. Kita bangun dulu sesuai kemampuan keuangan daerah. Jika selesai dalam dua tahun, maka kita siapkan dua tahun. Jika tidak, maka dilakukan secara bertahap hingga lima tahun,” ujarnya, Kamis (6/3/2025).
Revitalisasi TPA Batulayang
Produksi Energi dan Pupuk Organik
Revitalisasi TPA Batulayang tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.
Wali Kota Pontianak menyebut pabrik pengolahan sampah akan menghasilkan kompos, gas metana sebagai bahan bakar, hingga minyak bakar.
“Pengelolaannya langsung dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak sesuai sistem konstruksi biasa. Ada perencanaan matang, pembangunan sesuai gambar, dan fungsinya untuk mengolah sampah hingga 95 persen dari total sampah di kota ini,” ungkap Edi.
Produk-produk hasil pengolahan sampah tersebut diharapkan mampu menjadi sumber PAD baru bagi Kota Pontianak.
Lahan dan Jadwal Pembangunan
Edi memastikan lahan yang tersedia saat ini cukup untuk kebutuhan operasional pabrik pengolahan sampah.
Meski proyek ini diharapkan dimulai tahun 2025, namun karena keterbatasan anggaran, pelaksanaannya berpotensi dimulai pada tahun 2026.
“Kita lihat apakah bisa dimulai tahun ini atau menunggu hingga 2026,” tambahnya.
Kajian teknis proyek ini telah dilakukan oleh tim ahli. Semua tahapan dipersiapkan matang untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana.
Solusi Jangka Panjang untuk Sampah Kota Pontianak
Revitalisasi TPA Batulayang diharapkan menjadi solusi permanen untuk persoalan sampah yang selama ini menjadi sorotan di Kota Pontianak.
Selain itu, produk hasil olahan sampah dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD dan mendukung pembangunan daerah.
“Saya optimis proyek ini segera terealisasi demi mewujudkan Kota Pontianak yang lebih bersih, hijau, dan mandiri secara ekonomi,” pungkas Edi.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com