Pontianak perkuat Sekolah Inklusi untuk memastikan setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), mendapatkan hak pendidikan yang setara di sekolah umum.
Pemkot Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi guru sekolah inklusi.
Kepala Disdikbud Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menegaskan bahwa Bimtek ini merupakan angkatan kelima, menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun sistem pendidikan inklusif yang kuat.
“Anak disabilitas punya hak untuk masuk sekolah umum dengan batasan-batasan tertentu. Mereka akan diperiksa oleh UPTD Layanan Disabilitas dan Asesmen Center (LDAC) untuk menentukan apakah bisa mengikuti pembelajaran di sekolah umum atau harus masuk SLB,” ujarnya usai membuka Bimtek Sekolah Inklusi Kota Pontianak Angkatan V di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Rabu (19/3/2025).
Menurutnya, untuk menangani anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah umum, para guru harus memiliki keterampilan khusus dalam metode pengajaran inklusif.
“Bimtek ini penting agar guru-guru bisa memahami cara terbaik dalam mengajar anak-anak dengan kebutuhan khusus,” tambahnya
223 Sekolah Telah Bergabung dalam Program Inklusi
Saat ini, Kota Pontianak telah memiliki 223 Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPPI) dengan rincian sebagai berikut:
- PAUD/TK: 76 sekolah
- SD: 113 sekolah
- SMP: 33 sekolah
- Satuan Pendidikan Non Formal: 1 sekolah
Dengan jumlah sekolah inklusi yang terus bertambah, diharapkan anak berkebutuhan khusus semakin mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Seluruh Sekolah Pontianak Wajib Menjadi Sekolah Inklusi
Sejak tahun 2020, program Bimtek ini sudah menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD negeri, SMP negeri, PAUD, hingga kini diperluas ke sekolah swasta.
“Bimtek ini bertujuan untuk melatih guru-guru dalam menangani anak-anak yang punya kebutuhan khusus di sekolah,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini bagi siswa yang mungkin memiliki kebutuhan khusus agar bisa mendapatkan dukungan sejak awal.
“UPTD LDAC bersama guru pendamping khusus yang dilatih akan membantu proses asesmen ini,” pungkasnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com