Fakta penutupan RS Promedika terungkap, mulai dari sepi pasien hingga PHK massal. Rumah sakit yang awalnya hanya sebuah klinik ini berkembang menjadi fasilitas medis yang cukup dikenal di wilayahnya. Namun, berbagai kendala membuat Promedika harus menghentikan layanannya secara permanen.
Berangkat dari sebuah klinik bertransformasi menjadi rumah sakit. ProMedika menjadi salah satu rujukan bagi masyarakat Kalbar sebagai tempat pelayanan kesehatan.
Setelah 18 tahun berdiri, rumah sakit yang terletak di Komplek Pontianak Mall, Jalan Gusti Sulung Lelanang Blok E-A No.2-5, Kel. Darat Sekip, Pontianak Kota, itu menghentikan operasionalnya dan hanya menyisakan sejumlah karyawan untuk menjaga aset.
Rumah Sakit Promedika di Pontianak resmi menutup operasionalnya pada 1 April 2025. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama para karyawan yang terdampak.
Rumah sakit yang awalnya hanya sebuah klinik ini berkembang menjadi fasilitas medis yang cukup dikenal di wilayahnya.
Namun, berbagai kendala membuat Promedika harus menghentikan layanannya secara permanen.
Faktor yang Memicu Penutupan RS Promedika
Dari sejumlah info yang didapatkan, dapat diuraikan beberapa faktor penyebab ProMedika menghentikan operasional pada 1 April 2025. Diantaranya :
- Jumlah Pasien Menurun Drastis – Menurut Nugroho, seorang satpam yang telah bekerja sejak rumah sakit ini masih berbentuk klinik, jumlah pasien menurun drastis sejak pandemi COVID-19. “Kadang tidak ada pasien sama sekali, kadang hanya 4 atau 5 pasien dalam sehari,” ujar Nugroho – dikutip dari Tribun Kalbar
- Dampak Pandemi COVID-19 – Pandemi COVID-19 yang melanda sejak 2020 memukul banyak sektor, termasuk layanan kesehatan. RS Promedika bahkan sempat menutup operasionalnya selama empat bulan di masa pandemi. Setelah pandemi mereda, jumlah pasien tidak kembali seperti sebelumnya, sehingga sulit bagi rumah sakit untuk bertahan secara finansial.
- Tidak Bermitra dengan BPJS Kesehatan – Berbeda dengan banyak rumah sakit lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, RS Promedika tidak memiliki kemitraan dengan BPJS. Kondisi ini membuat banyak pasien lebih memilih rumah sakit lain yang menerima layanan BPJS, sehingga jumlah pasien semakin berkurang.
Efisiensi Biaya dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Dengan semakin menurunnya jumlah pasien dan pemasukan, manajemen akhirnya memutuskan untuk menghentikan operasional rumah sakit.
Berdasarkan informasi dari karyawan, rapat penutupan sudah dilakukan sejak 27 Maret 2025, dan pada 7 April mendatang, pihak rumah sakit akan membagikan surat PHK serta melakukan perhitungan aset.
Hingga saat ini, pihak rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan pasti penutupan.
Namun, pada 8 April 2025, pihak rumah sakit dijadwalkan melakukan inventarisasi aset, yang kemungkinan besar menandai tahap akhir operasionalnya sebelum properti rumah sakit dijual atau dialihfungsikan.
Bagi masyarakat Pontianak, keberadaan layanan kesehatan alternatif menjadi krusial untuk menggantikan peran RS Promedika yang telah beroperasi selama hampir dua dekade.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com