Bang Madun Curhat Warungnya Sepi Dampak Review Negatif: Bang Madun Terpuruk, Warung Oseng Nyak Kopsah Nyaris Gulung Tikar
Warung makan khas Betawi Madun Oseng Nyak Kopsah kembali jadi sorotan setelah pemiliknya, Bang Madun, buka suara soal dampak buruk review negatif dari dua food vlogger ternama, Codeblu dan AA Juju, pada 2023 lalu.
Dalam sebuah podcast bersama dr. Richard Lee, Bang Madun tak kuasa menahan tangis saat menceritakan perjuangannya menyelamatkan usaha yang hampir bangkrut.
Dulu Ramai, Sekarang Sepi Pembeli
Sebelum mendapatkan ulasan negatif, warung Madun Oseng selalu dipenuhi pelanggan, baik di hari biasa maupun akhir pekan. Sosok Nyak Kopsah sebagai ikon warung juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Dulu aman-aman aja, ramai terus. Orang datang karena mau ketemu Nyak Kopsah juga. Penghasilan bagus, nggak ada masalah sama sekali,” kata Bang Madun, dikutip Senin (24/3/2025).
Namun, setelah ulasan tajam dari Codeblu, kondisi warung berubah drastis. Bang Madun mengaku mentalnya terguncang dan mulai menyalahkan dirinya sendiri serta adik-adiknya yang ikut membantu mengelola usaha.
Masalah Kebersihan Jadi Sorotan
Dalam podcast tersebut, Bang Madun juga mengakui bahwa warungnya memang memiliki masalah kebersihan sebelum diulas oleh Codeblu. Namun, ia selalu berusaha memperbaiki setiap masukan yang diberikan pelanggan.
“Kadang gue tinggal syuting, tinggal ngelenong. Ada yang DM bilang piring kotor, gue langsung ngomong ke adik-adik supaya dibersihin. Namanya manusia, siapa sih yang nggak pernah salah?” ujarnya.
Sayangnya, ulasan negatif yang viral di media sosial membuat banyak pelanggan ragu untuk datang kembali. Kepercayaan publik runtuh, omzet pun anjlok.
Terpaksa Berutang Rp250 Juta ke Bank
Dampak dari review negatif tak hanya merusak nama baik warung, tetapi juga menghancurkan kondisi finansial Bang Madun.
Ia mengaku terpaksa meminjam Rp250 juta dari bank karena tak lagi memiliki tabungan untuk membangun kembali usahanya.
“Dua bulan gue nggak punya tabungan. Gue pinjam ke bank Rp250 juta buat perbaiki warung gue. Sampai sekarang utangnya masih ada,” ujarnya dengan suara bergetar.
Sebagian besar pendapatan warungnya juga digunakan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, sementara tabungan yang ia kumpulkan selama ini habis untuk membeli rumah. Akibatnya, ia kesulitan untuk mempertahankan operasional warung.
“Gue beli rumah, tabungan habis. Pas beli rumah, datang food vlogger hancurin usaha gue. Gue bingung, mau perbaiki warung pakai duit dari mana?” keluhnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun
Google News Gencilnews dan Channel Gencilnews.com