Produksi Airbus A350 menghadapi hambatan akibat keterlambatan pengiriman bagian badan pesawat dari Spirit AeroSystems.
Situasi ini menimbulkan keraguan atas kemampuan Airbus untuk meningkatkan produksi di atas enam unit per bulan hingga akhir 2025.
Airbus sebelumnya menargetkan produksi 12 pesawat A350 per bulan pada 2028. Namun, keterlambatan pasokan dari pabrik Spirit di Kinston, North Carolina, membuat target peningkatan produksi pada 2025 semakin diragukan.
Airbus Berjuang Capai Target Produksi
Airbus telah memangkas produksi A350 menjadi lima unit per bulan selama pandemi dan meningkatkannya menjadi enam unit pada 2023. Meski demikian, perusahaan masih kesulitan mempertahankan angka tersebut.
Pada Januari 2024, Airbus hanya mampu mengirimkan dua pesawat A350. Laporan keuangan tahunan akan diumumkan pada Kamis (20/2), yang diperkirakan akan mengungkap lebih banyak detail tentang dampak keterlambatan pasokan terhadap strategi produksi perusahaan.
Juru bicara Airbus menolak berkomentar, tetapi merujuk kembali pada pernyataan yang disampaikan pada bulan Oktober lalu. Kala itu, Airbus mengumumkan hasil selama sembilan bulan dan menegaskan target 2028 tersebut, tetapi mereka menyatakan sedang “mengelola tantangan rantai pasokan tertentu” yang mungkin memengaruhi output tahun 2025.
Masa Depan Produksi Airbus A350
Meski mengalami kendala, Airbus tetap optimistis dapat mencapai target jangka panjang. Perusahaan terus mencari solusi untuk mengatasi keterlambatan pasokan dan memastikan rantai produksi berjalan lebih efisien.
Airbus belum memberikan komentar lebih lanjut terkait isu ini, sementara Spirit AeroSystems juga menolak untuk merespons pertanyaan mengenai keterlambatan tersebut.
Sumber Berita : voa indonesia