Penemuan bayi perempuan di Bengkayang, tepatnya Dusun Segiring, Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat pada Minggu pagi, 6 Juli 2025, menghebohkan warga. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup, meski ditelantarkan di dalam kantong plastik hitam.
Kronologi Penemuan Bayi Perempuan di Bengkayang
Sekitar pukul 06.00 WIB, Parman (60), warga setempat, mendengar suara aneh menyerupai suara anak anjing dari samping rumah tetangganya. Curiga, ia pun meminta anaknya, Petrus, untuk mengecek sumber suara tersebut.
Saat didekati, suara itu ternyata berasal dari sebuah kantong plastik hitam. Ketika Petrus membuka bungkusan tersebut, ia terkejut menemukan bayi perempuan yang masih hidup dan menangis.
Respon Cepat Warga dan Aparat
Petrus langsung memanggil Paulus Alui, petugas Linmas RT 3 Kampung Patong. Paulus kemudian memeriksa lokasi penemuan dan memastikan bayi tersebut berjenis kelamin perempuan.
Selanjutnya, laporan disampaikan kepada Ketua RT 003/RW 001, Amin, dan diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Pisak. Tak lama, warga bergerak cepat membawa bayi itu ke Puskesmas Tujuh Belas bersama seorang bidan desa untuk mendapatkan pertolongan medis pertama.
Kapolsek Sanggau Ledo AKP Harto Simanjuntak membenarkan peristiwa penemuan bayi jenis kelamin perempuan tersebut.
“Benar, pada hari Minggu 6 Juli 2025 sekitar pukul 06.00 Wib di Dusun Segiring, Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas telah ditemukan bayi baru lahir berjenis kelamin perempuan dengan berat 1,2 kg dalam keadaan masih hidup,” kata Kapolsek yang dikutip dari Tribunnewskalbar
Kondisi Bayi Sangat Rentan
Bayi tersebut memiliki berat sekitar 1,2 kilogram, menunjukkan bahwa ia kemungkinan lahir prematur. Meski dalam kondisi hidup, tim medis memutuskan untuk segera merujuknya ke Rumah Sakit Jacobus Luna Bengkayang agar bisa mendapat penanganan intensif.
Pihak Dinas Sosial Kabupaten Bengkayang turut dilibatkan untuk mengurus nasib bayi ini lebih lanjut, termasuk pemulihan kondisi dan perlindungan hukum serta sosial.
Polisi Pastikan Kasus Ditangani Serius
Kapolsek Sanggau Ledo, AKP Harto Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi dan kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.
Pihaknya kini mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi jika tersedia.
Reaksi Warga: Haru dan Marah
Warga Dusun Segiring mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Banyak yang mengungkapkan rasa haru sekaligus kemarahan terhadap pelaku yang membuang bayi tak berdosa itu dalam kondisi yang sangat membahayakan.
Sumber Berita : Tribun Kalbar